Tampilkan postingan dengan label reel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reel. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Fishing Reel (Katrol Pancing) Termahal di Dunia

Pernah penasaran nggak kira-kira fishing reel yang paling mahal tu harganya berapa? Dulu awal-awal mancing saya selalu berpikiran kalau reel yang mahal tu pasti reel-reel laut yang untuk sport fishing techniques semacam jigging, popping dsb. Begitu terpesona dengan Stella, Fream J dan teman-temannya. Reel-reel tadi memang seharga 6 jtan keatas, kalau saya beli pasti diamuk sama Istri.

Tapi ternyata ada reel yang jauh lebih mahal lagi dari reel tersebut. Reel ini pun bukan untuk "fight" ikan-ikan berukuran besar. Namanya "Hardy Zane Ti". Nah lho, saya aja juga baru denger kok. Karena pabrikannya sendiri lebih mengkhususkan diri ke teknik fly fishing. Harga sebiji fishing reel ini US$8000,-. Kalau kita anggap US$1 = Rp. 8500,- berarti harganya dalam rupiah Rp. 68.000.000,- Busyet.. Dapat Kawasaki Ninja RR250 tuh..
Fly Fishing Reel Hardy Zane Ti
Apa yang istimewa dari reel ini sampe harganya bisa selangit gitu? Kelebihannya ada pada "Ti" dari namanya. Ti tersebut merupakan singkatan dari Titanium. Kalau ngomong soal ilmu material teknik, Titanium memang salah satu material "sempurna".

Titanium punya dua kelebihan utama dibandingkan dengan logam lain, yang pertama tahan karat, jauh lebih anti corrosive dibanding stainless steel biasa, mungkin kalau kita punya barang dari titanium terus kita lempar ke laut, kita ambil lagi 30 tahun kedepan, tu barang nggak bakalan karat. Kita gosok pun kinclong lagi. 

Kelebihan yang kedua adalah ringan dan kuat. Sebagai perbandingan titanium murni dan besi dengan volume yang sama, berat titanium akan 45% lebih ringan dari pada berat besi. Reel diatas beratnya cuma 15 ons alias 150 gr. Karena kelebihannya inilah material titanium sering dipakai di industri aerospace. Dari sinilah harga fantastis tadi timbul.

Jadi kalau anda hobi memancing dan pengen punya reel yang tahan sampai dipake anak cucu nanti, mungkin nggak ada salahnya anda beli reel ini. 

Kamis, 19 Januari 2012

Yuk modif sendiri reel kita..

Saya termasuk anglers berbudget rendah, karena punya jatah mancing rendah ya seringnya fishing tackles yang bisa kebeli yang "murahan" aja. Dulu pertama kali mancing saya beli joran/rod Pioneer dari fiber (lupa serinya apa) sama reel/katrol Shimano FX 4000. Kedua barang ini cuman seharga 300 ribuan doang.

Kalau sekarang sih koleksi joran dan katrol dah nambah banyak, harganya lama2 naik dikit2. Hehehehehehe. Tapi tetep katrol kesayangan saya ya si FX tadi. Tapi karena reel harga 200 ribuan aja, so pasti spare part sama qualitynya segitu2 aja.

Untungnya kemarin ada rekan anglers yang ngasih tahu caranya modif reel itu, karena kebetulan beliau juga punya reel FX4000. Modifnya nggak susah, supaya nambah kekuatan waktu fight sama ikan, ball bearing asli bawaan dari FX yang dari plastic kita ganti sendiri dengan ball bearing stainless steel.

Reel Shimano FX4000

Plastic Ball Bearing bawaan FX4000
Modalnya pun lumayan murah, belikan ball bearing stainless dengan ukuran sama, biar nggak salah bongkar dulu reel FX, lepas ball bearing plasticnya terus bawa ke toko hardware. Setelah itu kita tinggal pasang ball bearing stainless ke reel FXnya.

Stainless Steel Ball Bearing yang baru
Proses bongkar pasang plus ganti ball bearingnya mudah dan cepat kok. Palingan cuman 15 menit aja. Baru setelah itu kita kasih grease atau lub oil sedikit biar putaran makin enak. Tapi karena ball bearing dari logam, kita musti merawat reel lebih teratur.

Selasa, 27 September 2011

Trip Mancing, Tanker Parkir Jembatan 6

Minggu pagi ngetrip ke laut lepas setelah hampir 2 bulan nggak turun. Dari sebelum bulan puasa memang belum pernah turun ke tengah lagi. Janjian sama Mas Rio jam setengah 6 dia ke rumah titip motor karena rencana mau turun ke jembatan 6 naek mobil.

Jam 6 nunggu mobil jemputan di halte bis dekat Unrika, mobil datang langsung berangkat ke arah jembatan barelang. Karena umpan belum ada kita mampir dulu ke kampung tua Tanjung Gundap untuk ngambil udang segar.

Udang segar ditangan, kendaraan langsung tancap gas ke arah Pelantar Pari. Sampai di sana jam 8-an, turun langsung menuju spot pertama di daerah Sebanga dekat tanker parkir dua biji. Tekong bilang acaranya nyelar dulu jadi pertama turun langsung pake Sabiki nomor 12.

Pertama turun pake Shimano Basstera GS, reel FX4000, turun sampai bawah langsung ada serangan. Tarik-tarik ke atas selar nempel. Habis itu turun, bandul nyentuh bawah kena lagi. Rame, tapi pake reel ini agak susah mau nyelar, lirak-lirik, bos Rio nawari udah pake punyaku aja.

Mantap nih baru sekali ini nyoba overhead reel, nyoba pertama kali agak repot, karena posisi lever pemutar ada di sebelah kanan sehingga joran musti dipegang pake tangan kiri. Jepit joran diketiak, tangan kanan pegang wheel, acara ngotrek selar pun makin seru. Sayang nggak sempat ngambil photo, besok-besok lagi kalau turun musti diingetin untuk dijepret-jepret, lumayan buat kenang-kenangan.

Overhead Reel Shimano Calcutta

Minggu, 22 Mei 2011

Cara Melempar (Casting) Lure dengan Spinning Reel

Biasanya ada dua jenis fishing reel yang sering dipakai saat mancing di laut, spinning reel dan overhead reel. Rata-rata harga overhead reel lumayan mahal jadi untuk pemancing dengan budget terbatas seperti saya biasanya akan memilih spinning reel.

Spinning Reel Shimano Alivio 2500FB

Teknik memancing yang saya sukai adalah bottom fishing atau sering juga disebut mancing dasaran. Ini teknik mancing paling mudah, tinggal pasang umpan, kemudian turunkan kail dan umpan sampai mencapai dasar laut dan tunggu saja hingga strike.

Untuk kawan-kawan yang menyukai gaya popping atau baitcasting tentu saja caranya lain. Umpan harus dilempar sejauh mungkin sesuai dengan sasaran yang dituju. Dibawah ini adalah cara melempar (casting) umpan dengan menggunakan spinning reel :
  1. Posisi tangan yang dominan menjepit gagang reel yang terpasang pada reel holder di joran. Dua jari di belakang dan dua jari di depan. Jari telunjuk yang akan kita gunakan nanti untuk menahan line/senar dan menekannya pada joran.
  2. Panjang senar dan pemberat yang terayun bebas di ujung rod usahakan antara 15 - 45 cm. Jangan terlalu panjang karena nantinya malah akan merepotkan. Saya pribadi pernah mengalami kejadian kail nyangkut di kapal saat joran akan diayun gara-gara senar yang bebas terlalu panjang.
  3. Tekan senar dengan jari telunjuk ke joran. Tahan. Buka bail arm pada spinning reel dengan tangan yang satunya. Ingat langkah ini jangan terbalik. Kalau kita buka bail arm baru menekan senar, maka yang terjadi senar akan lepas tak beraturan. Bisa-bisa malah timbul benang kusut.
  4. Ketika senar telah ditahan dan bail arm telah terbuka, maka saatnya melakukan ayunan. Ayunan rod dimulai dari belakang bahu. Kemudian lengan diayunkan ke depan. Untuk joran yang ringan ayunan bisa menggunakan satu tangan sedangkan untuk joran yang berat, tangan yang lain bisa membantu mengayun pada batang joran di bagian bawah holder spinning reel.
  5. Hal yang paling penting menurut saya pada saat melakukan lemparan atau casting ini adalah menentukan saat yang tepat untuk melepas jari kita yang menahan senar pada joran. Jika terlalu cepat melepas senar, jangankan lari kedepan bisa-bisa kail dan pemberat akan meluncur keatas dan mengenai kepala kita. Atau bisa juga kail lari ke arah yang tidak kita inginkan. Jika terlalu lambat, kail akan jatuh tepat di depan kaki kita. Dan tentu saja tak ada gunanya kita melakukan casting jika umpan jatuh tepat di depan kaki kita. Untuk dapat menentukan saat yang tepat melepaskan jari ini diperlukan latihan. Jadi saya persilahkan untuk melatihnya, kapan saat yang tepat hingga umpan bisa terlempar sesuai dengan sasaran yang kita tuju.

Jumat, 20 Mei 2011

Mengenal Lebih Dalam Spinning Reel

Spinning reel merupakan salah satu jenis reel yang paling sering kita temui. Harga dan jenisnya sangat bervariasi mulai dari reel antah berantah seharga 85 ribu rupiah sampai Shimano Stella SW yang harganya mencapai hampir sepuluh juta rupiah.

Meskipun harganya bervariasi tetapi fungsi dan bagian-bagianya tidak jauh berbeda antara satu sama lain. Bagian-bagian spinning reel tersebut bisa kita lihat di gambar dibawah :

Bagian-bagian spinning reel, gambar dari wikipedia.org

  1. Pick Up atau Bail Arm, fungsinya untuk mengarahkan line saat digulung, bail arm harus dibuka saat kita melakukan casting.
  2. Reel Seat, sebenarnya ini merupakan bagian dari fishing rod yang digunakan untuk menahan reel pada tempatnya. Mekanisme yang biasa digunakan adalah thread/ulir.Untuk menghindari reel berputar pada joran, di bagian tengah reel seat biasanya diberi alur penahan yang sejajar dengan arah joran.
  3. Reel Foot, tempat pijakan reel pada reel seat.
  4. Handle, digunakan untuk memutar reel pada saat menggulung benang.
  5. Support Arm, lengan penahan antara reel ke rod.
  6. Anti-reverse lever, digunakan untuk menyetting apakah saat kita menggulung senar reel akan bisa memutar balik (mengulur benang) atau tidak. Benang perlu diulur bukan dengan cara membuka bail arm pada saat strike dan kita ingin memainkan tarikan supaya ikan kelelahan.
  7. Skirted Spool, tempat mekanisme bearing untuk menggulung senar.
  8. Fishing Drum, tempat senar yang telah digulung.
  9. Drag Adjust Knob, tombol putaran untuk mengatur seberapa besar tarikan yang kita inginkan.