Tampilkan postingan dengan label karimun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karimun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

karimunangler.com - forum mancing kecil-kecilan kami di Karimun

Tulisan terakhir di blog saya ini bulan november 2012, sekarang dah april 2013, berarti sudah hampir 6 bulan (setengah tahun) nggak update atau nulis-nulis lagi.

Wakakakakaka

Sebegitu sibuknya kah saya? Perasaan nggak juga..

Selama setengah tahun ini, memang jarang nyentuh yang namanya internet, sinyal kurang, apalagi selama ini selalu setia dengan modem telk0ms#l.. Kebetulan juga di pulau domisili saya sekarang internet lemot sekali.. Jadi males mau online..

Sekalinya nulis mau ngenalin ah forum mancing yang kemarin saya bentuk bareng kawan-kawan dari Saipem Karimun. Nama forumnya karimunangler.com, kami menyebutnya KarAng..

Forum diatas bukan sekedar nama .com lho, coba dibuka deh, pasti ada web forumnya.. Syukur-syukur mau mampir sekalian ngeramein juga.. Id saya di forum itu katarap sama dengan id yang saya pakai di batamfishing.com..

Sekian dulu deh tulisan singkat yang nggak jelas ini.. Soalnya sambil bersih-bersih blog dari spam dan kotoran, maklum setengah tahun nggak dijenguk, dah banyak sampah berserak-serak.. Hahahahahahaha

Update July 2014:
Forum kami telah tiada, nggak sanggup bayar biaya domain dan hostingan.
Tapi persahabatan dan mancing tetep jalan terus..

Selasa, 06 November 2012

Kok nggak ada report mancing lagi??

Beberapa bulan belakangan ini saya jarang post soal report mancing ke blog ini. Bukan berarti saya nggak mancing. Justru semenjak di Karimun ini hampir tiap hari saya mancing. Maklum jarak rumah kontrakan saya ke pantai (coastal area dan bea cukai) cuma 1 km. Jadi kalau mau mancing tinggal nyalain motor saja.

Selama 6 bulan di Tanjung Balai Karimun, saya jadi lebih sering mancing shorebased. Ikan yang saya dapat kecil-kecil dan yang paling sering dapat buntal. Hahahahahaha. Hasil yang notable cuma ikan senangin ukuran 0.5 kg, itupun yang dapat justru istri saya dengan tackles murah ecek-ecek seharga 70 ribuan komplit joran antena dan katrol.

Istri dan anak, shorebased fishing di Coastal Area Karimun


Saya pernah coba mancing ke tengah sewa boat sebanyak 3 kali di Karimun sini. Yang pertama mancing ke area pulau Akar, turun dari Teluk Paku, seharian mancing cuma dapat 2 ekor ikan, satu ekor gelam 2 jari dan satu ekor ikan duri 3 jari. Trip kedua kearea depan Tanjung Balai, turun dari pelabuhan tikus samping pos Angkatan Laut Tanjung Balai, seharian mancing cuma dapat satu ekor ikan gelam ukuran 1,5 kg. Trip terakhir ke area Pulau Akar tapi lebih jauh dari trip pertama, hampir dekat dengan tokong hiu, hasil yang saya dapat ikan mengkerong 5 jari sebanyak 6 ekor.

Memang selama beberapa kali turun hasil yang saya dapat selalu mengecewakan. Karena itu saya memutuskan untuk berhenti sementara mancing ke tengah di Pulau Karimun ini. Setelah saya pelajari mungkin hasil ini dikarenakan dulunya area sekitar Pulau Karimun sering dilakukan pengerukan pasir oleh kapal-kapal Singapore, yang akhirnya merusak karang-karang disekitar pulau.

Dua trip mancing saya yang terakhir saya lakukan di Batam, yang pertama di perairan sekitar Pulau Bulu, turun dari pelabuhan Sagulung. Hasilnya mengecewakan juga, meskipun jauh lebih baik dari di Karimun tapi tetap saya anggap mengecewakan. Tetapi yang penting saya sudah salam kenal balik dengan ikan-ikan Batam, terutama preman tempatan yaitu ikan selincing.

Trip mancing terakhir saya waktu lebaran haji kemarin, tujuan area pulau Abang, berangkat dari Pelabuhan Hasyim, trip inilah yang berhasil mengobati sakaw mancing saya. Hasilnya memuaskan, 1 box full, saya sendiri berhasil menaikkan lebih dari 10 ekor ikan yang notable dari segi ukuran, rata-rata lebih dari 0,5 kg. Juaranya yang bisa membuat reel Okuma Salina saya menjerit (karena lupa atur drag) ikan Kakap Putih size 2 kg up.

Mungkin next time saya akan kembali ke Batam lagi kalau pengen mengobati sakaw mancing saya. Salam Gentak.. 

Rabu, 04 Juli 2012

Bensin di Karimun 1 Liter = Rp. 20.000,-

Ini pengalaman pertama saya harus meninggalkan motor kesayangan di PT. Sebelumnya memang pernah motor saya tinggal di PT waktu di Batam, tapi itu karena tidak sengaja alias ketinggalan. Tetapi untuk kali ini, motor memang sengaja saya tinggal di parkiran perusahaan karena tak ada bensinnya. Hahahahahaha.

Karimun memang pulau yang relatif kecil bila dibandingkan Batam ataupun Bintan. Setahu saya di sini cuma ada 1 SPBU Pertamina dan 1 SPBU swasta yang sering disebut Kuda Laut (???). Jadi kalau di Karimun pemandangan kios-kios BBM mini bertebaran sepanjang jalan itu hal yang lumrah. Mungkin hampir tiap 50 meter kita bisa menemukan kios-kios BBM ini.

Kemarin pagi saya memang berangkat dengan "cadangan" bensin yang mepet di tanki motor. Harapan saya, nanti bisa beli bensin di salah satu kios BBM yang ada di sepanjang jalan waktu berangkat kerja. Berangkat seperti biasa, sepanjang jalan saya melihat semua kios-kios BBM tutup alias kehabisan bensin. Mulai dari Teluk Air hingga PN terus ke lokasi perusahaan di Pangke saya tidak menemukan satu pun kios yang menjual bensin.

Motor saya sekarat sebelum sampai di PT (sesuai prediksi) dan akhirnya persis di dekat bandara PN motor saya mulai ngadat. Motor tetap jalan meskipun dengan bensin campur (campur dorong maksudnya, hehehehe). Sampai di depan lapangan bola, ada satu kios yang melayani pembeli bensin. Hati dah bahagia, penderitaan bakalan terhenti. Ternyata bensin tadi adalah botol terakhir yang tersisa an sudah keduluan orang pula. Hahahahaha.

Dengan memasang muka memelas, saya sukses membujuk Ibu2 penjual bensin untuk menguras cadangan bensinnya. Betul-betul menguras karena drum bensin punya beliau ditunggingkan dan saya cuma mendapat bensin kira-kira 1 gelas. Cukup untuk sampe PT ini, pikir saya. Dan memang cukup tapi akibatnya saat pulang motor sudah tidak bisa dinyalain lagi.

Motor saya tinggal, pulangnya nebeng kawan. Nasib yang kita alami pun sama. Dari jalur Pangke-Meral-Balai tak ada satupun kios BBM yang buka. Beruntung bensin masih cukup sampai dirumah. Malam harinya saya berburu bensin (dengan jalan kaki tentunya). Dapat sebuah kios yang katanya punya stock bensin (atau dia nimbun ya??). Sampai di kios tersebut saya agak shock juga. Bensin dengan kemasan botol 1 Ltr yang biasanya dijual Rp. 5.000 dia jual dengan harga Rp. 20.000. Jadi berasa tinggal di Natuna atau Lamalera (hahahaha).

Entah kenapa di Karimun bisa kejadian seperti ini. Karena stock terlambat kah? atau premium dibatasi oleh pertamina? atau jangan-jangan ada oknum yang bermain? Apapun ceritanya, inilah kali pertama saya nggak bisa kemana-mana karena bensin nggak ada. Padahal katanya Karimun merupakan kawasan seigita emas BBK yang dijagokan untuk investasi asing. Tapi masalah klasik seperti langkanya BBM masih juga terjadi.

NB: ini kali kedua saya mengalami kelangkaan BBM di Karimun sejak pindah dari Batam 2 bulan lalu.

Update 05 Jul 12: Kemarin sore beli bensin botol kemasan 1.5 Ltr seharga Rp. 14.000,- Alhamdulillah sudah turun.