Tampilkan postingan dengan label mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mancing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2014

Casting Gabus Tanjung Pinggir 10 Agustus 2014

Berawal dari SIM mancing tengah yang seret keluar dari Bu Kapolda, weekend minggu kemarin terpaksa menolak ajakan ngetrip ke tengah laut dari kawan-kawan. Padahal ada 2 trip terpisah yang menawarkan seat kosongnya kesaya, salah satunya bahkan menawarkan ajakan yang cukup menggiurkan dengan embel embel "pokoknya tahu beres kita jemput ke rumah". Wakakakakaka.. Tapi apa mau dikata, istri nggak ngasih ijin terpaksa saya tolak tawaran dari kawan-kawan.

Hari sabtu dihabiskan di rumah dan jalan-jalan bareng anak istri. Sabtu malam datang BBM dari Om Jurie, ngajak nyari gabus ke rawa di daerah Tanjung Pinggir, tanpa basa-basi langsung ngomong ke Istri dan mungkin karena tripnya ke danau aja dan waktunya pendek. Alhamdulillah SIM pun cair.

Malam minggu setting alat pancing sama ngumpulin froggy, Om Jurie maen ke rumah, ditemani Jahe Anget dan rokok Surya 16 kami bertiga: Saya, Andri (kawan dari Karimun) dan Om Jurie nongkrong sampai jam setengah dua pagi.

Jam setengah enam pagi, Istri ngebangunin, ngebuatin kopi bentar, isi ke termos kecil langsung berangkat jemput Iful dan Om Jurie. Sampai rumah Iful, ternyata kawan tu masih tidur, jam setengah empat tadi baru tidur. Alamat nggak bisa bangun ni, terpaksa kita tinggal. Tembak lurus ke rumah Om Jurie, sampai sana ternyata Om Jurie dah buat kopi juga + beli gorengan buat sarapan. Thanks berat Om.

Kata Om Jurie, gerbang di danau tanjung pinggir buka jam 09.00 pagi, kita masih kepagian, terpaksa tujuan kita alihkan ke danau di kawasan Tiban Koperasi, yang penting bisa uncal. Sampai spot pertama, uncal-uncal nggak ada misscal, pindah sana, pindah sini. Penampakan target nggak ada, yang ada malah kita dijadiin target nyamuk.. Wakakkakaka..

Jam 09.00 kurang kawan Om Jurie njemput, kita pun kemas barang-barang terus berangkat ke spot awal yaitu Tanjung Pinggir. Buat kawan-kawan yang pengen nyobain spot ini lokasinya ada di seberang Pelabuhan Container Tanjung Pinggir, kalau dari RSOB lurus aja ke arah Tanjung Pinggir/KTM. Kalau sudah sampai di pelabuhan container maju sedikit kira-kira 100m. Nanti ada jalan ke kanan yang diportal. Panggil aja penjaga portal, terus bayar seikhlasnya. Masuk aja turun ke bawah kira-kira 1km nanti ada dua danau disebelah kanan dan kiri jalan. Nah itu lokasinya.

Andri in action
Hasil akhir: Andri 1 ekor, Kawan Om Jurie 1 ekor, saya boncos, Om Jurie boncos.
Karena hujan dan sudah jam 12.00, Andri ngejar ferry ke Tanjung Balai, kami akhiri trip casting hari ini.

Salam Mancing.. 

Kamis, 04 April 2013

karimunangler.com - forum mancing kecil-kecilan kami di Karimun

Tulisan terakhir di blog saya ini bulan november 2012, sekarang dah april 2013, berarti sudah hampir 6 bulan (setengah tahun) nggak update atau nulis-nulis lagi.

Wakakakakaka

Sebegitu sibuknya kah saya? Perasaan nggak juga..

Selama setengah tahun ini, memang jarang nyentuh yang namanya internet, sinyal kurang, apalagi selama ini selalu setia dengan modem telk0ms#l.. Kebetulan juga di pulau domisili saya sekarang internet lemot sekali.. Jadi males mau online..

Sekalinya nulis mau ngenalin ah forum mancing yang kemarin saya bentuk bareng kawan-kawan dari Saipem Karimun. Nama forumnya karimunangler.com, kami menyebutnya KarAng..

Forum diatas bukan sekedar nama .com lho, coba dibuka deh, pasti ada web forumnya.. Syukur-syukur mau mampir sekalian ngeramein juga.. Id saya di forum itu katarap sama dengan id yang saya pakai di batamfishing.com..

Sekian dulu deh tulisan singkat yang nggak jelas ini.. Soalnya sambil bersih-bersih blog dari spam dan kotoran, maklum setengah tahun nggak dijenguk, dah banyak sampah berserak-serak.. Hahahahahahaha

Update July 2014:
Forum kami telah tiada, nggak sanggup bayar biaya domain dan hostingan.
Tapi persahabatan dan mancing tetep jalan terus..

Selasa, 06 November 2012

Kok nggak ada report mancing lagi??

Beberapa bulan belakangan ini saya jarang post soal report mancing ke blog ini. Bukan berarti saya nggak mancing. Justru semenjak di Karimun ini hampir tiap hari saya mancing. Maklum jarak rumah kontrakan saya ke pantai (coastal area dan bea cukai) cuma 1 km. Jadi kalau mau mancing tinggal nyalain motor saja.

Selama 6 bulan di Tanjung Balai Karimun, saya jadi lebih sering mancing shorebased. Ikan yang saya dapat kecil-kecil dan yang paling sering dapat buntal. Hahahahahaha. Hasil yang notable cuma ikan senangin ukuran 0.5 kg, itupun yang dapat justru istri saya dengan tackles murah ecek-ecek seharga 70 ribuan komplit joran antena dan katrol.

Istri dan anak, shorebased fishing di Coastal Area Karimun


Saya pernah coba mancing ke tengah sewa boat sebanyak 3 kali di Karimun sini. Yang pertama mancing ke area pulau Akar, turun dari Teluk Paku, seharian mancing cuma dapat 2 ekor ikan, satu ekor gelam 2 jari dan satu ekor ikan duri 3 jari. Trip kedua kearea depan Tanjung Balai, turun dari pelabuhan tikus samping pos Angkatan Laut Tanjung Balai, seharian mancing cuma dapat satu ekor ikan gelam ukuran 1,5 kg. Trip terakhir ke area Pulau Akar tapi lebih jauh dari trip pertama, hampir dekat dengan tokong hiu, hasil yang saya dapat ikan mengkerong 5 jari sebanyak 6 ekor.

Memang selama beberapa kali turun hasil yang saya dapat selalu mengecewakan. Karena itu saya memutuskan untuk berhenti sementara mancing ke tengah di Pulau Karimun ini. Setelah saya pelajari mungkin hasil ini dikarenakan dulunya area sekitar Pulau Karimun sering dilakukan pengerukan pasir oleh kapal-kapal Singapore, yang akhirnya merusak karang-karang disekitar pulau.

Dua trip mancing saya yang terakhir saya lakukan di Batam, yang pertama di perairan sekitar Pulau Bulu, turun dari pelabuhan Sagulung. Hasilnya mengecewakan juga, meskipun jauh lebih baik dari di Karimun tapi tetap saya anggap mengecewakan. Tetapi yang penting saya sudah salam kenal balik dengan ikan-ikan Batam, terutama preman tempatan yaitu ikan selincing.

Trip mancing terakhir saya waktu lebaran haji kemarin, tujuan area pulau Abang, berangkat dari Pelabuhan Hasyim, trip inilah yang berhasil mengobati sakaw mancing saya. Hasilnya memuaskan, 1 box full, saya sendiri berhasil menaikkan lebih dari 10 ekor ikan yang notable dari segi ukuran, rata-rata lebih dari 0,5 kg. Juaranya yang bisa membuat reel Okuma Salina saya menjerit (karena lupa atur drag) ikan Kakap Putih size 2 kg up.

Mungkin next time saya akan kembali ke Batam lagi kalau pengen mengobati sakaw mancing saya. Salam Gentak.. 

Senin, 06 Agustus 2012

Fishing Reel (Katrol Pancing) Termahal di Dunia

Pernah penasaran nggak kira-kira fishing reel yang paling mahal tu harganya berapa? Dulu awal-awal mancing saya selalu berpikiran kalau reel yang mahal tu pasti reel-reel laut yang untuk sport fishing techniques semacam jigging, popping dsb. Begitu terpesona dengan Stella, Fream J dan teman-temannya. Reel-reel tadi memang seharga 6 jtan keatas, kalau saya beli pasti diamuk sama Istri.

Tapi ternyata ada reel yang jauh lebih mahal lagi dari reel tersebut. Reel ini pun bukan untuk "fight" ikan-ikan berukuran besar. Namanya "Hardy Zane Ti". Nah lho, saya aja juga baru denger kok. Karena pabrikannya sendiri lebih mengkhususkan diri ke teknik fly fishing. Harga sebiji fishing reel ini US$8000,-. Kalau kita anggap US$1 = Rp. 8500,- berarti harganya dalam rupiah Rp. 68.000.000,- Busyet.. Dapat Kawasaki Ninja RR250 tuh..
Fly Fishing Reel Hardy Zane Ti
Apa yang istimewa dari reel ini sampe harganya bisa selangit gitu? Kelebihannya ada pada "Ti" dari namanya. Ti tersebut merupakan singkatan dari Titanium. Kalau ngomong soal ilmu material teknik, Titanium memang salah satu material "sempurna".

Titanium punya dua kelebihan utama dibandingkan dengan logam lain, yang pertama tahan karat, jauh lebih anti corrosive dibanding stainless steel biasa, mungkin kalau kita punya barang dari titanium terus kita lempar ke laut, kita ambil lagi 30 tahun kedepan, tu barang nggak bakalan karat. Kita gosok pun kinclong lagi. 

Kelebihan yang kedua adalah ringan dan kuat. Sebagai perbandingan titanium murni dan besi dengan volume yang sama, berat titanium akan 45% lebih ringan dari pada berat besi. Reel diatas beratnya cuma 15 ons alias 150 gr. Karena kelebihannya inilah material titanium sering dipakai di industri aerospace. Dari sinilah harga fantastis tadi timbul.

Jadi kalau anda hobi memancing dan pengen punya reel yang tahan sampai dipake anak cucu nanti, mungkin nggak ada salahnya anda beli reel ini. 

Sabtu, 18 Februari 2012

Joran Shimano Cruzar - Si Anak Hilang

Ada sedikit cerita, beberapa waktu lalu ada kawan bilang kalau di pasar second aviary, batu aji, ada yang menjual joran dan katrol merk Shimano. Saya memang berminat dan akhirnya saya hunting kesana. Ubek-ubek di pasar itu ketemu juga tempatnya.

Memang ada sebuah lapak yang menjual beberapa joran dan katrol yang digantung. Si empunya toko langsung promosi kalau dia punya tackles shimano satu set. Dan barang ini dikasih tunjuk kesaya. Setelah saya cermati ternyata tackles ini set Joran Shimano Cruzar dan reel FX4000FB. Saya check barangnya memang masih bagus dan keliatannya brand new, masih ada tag Shimano tergantung dan ada tulisan "for sale in Singapore only".

Joran Shimano Cruzar

Iseng saya nanya harganya, "Berapa bang?", "Ini Shimano satu set asli bang, barang mahal, sama sampeyan saya kasih sejuta aja dah" kata si penjual. "Pasnya aja deh berapa?" saya langsung to the point. "Enam ratus bang, tak bisa turun lagi" jawab si penjual itu sambil ngejelasin kalau tackles Shimano tu kualitas wahid dan bla bla bla, biasa, promosi pasaran.

Saya cuma tersenyum aja terus bilang,"Sorry bang, kalau segitu saya nggak ada duit". Terus deh ngeloyor pergi. Memang dari awal saya nggak minat untuk ngambil tu tackles. Tapi dalam ati saya jadi bertanya-tanya juga. Ntar kalau ada yang beli terus kemakan omongan abang itu gimana ya?

Shimano memang brand kelas wahid untuk fishing tackles, tapi bukan berarti semua tackles dengan brand Shimano itu mahal dan "berkualitas". Karena sebenarnya saya tahu harga joran shimano cruzar di toko cuma Rp. 134.000, reel FX4000FB juga cuma Rp 198.000. Jadi sekalipun kita beli di toko paling banter juga cuma kena 300 ribuan untuk set yang ditawarkan oleh si Abang tadi. Pengen beli barang murah berkualitas tapi kalau nggak tahu justru malah kena ajrut2an.

Kembali ke laptop, kenapa saya bilang Shimano Cruzar itu si Anak Hilang, karena di catalog resmi Shimano South East Asia sendiri memang joran ini tidak dimasukkan. Jadi seolah-olah joran ini ada tapi oleh pabrikan sendiri yang bikin tidak diakui. Entah dengan alasan apa.

Sebelum ada Shimano Cruzar ini, joran Shimano yang resmi beredar dengan harga paling murah mungkin Shimano Scimitar. Perfomanya memang lumayan untuk kelas galatamaan atau mancing harian. Kalau Cruzar dari segi penampilan memang boleh tahan. Tapi untuk performa mungkin masih perlu dipertanyakan.

Update 05 Sep 2012:
Untuk penggemar Joran Shimano Cruzar ini nggak usah berkecil hati. Joran ini sudah diakui oleh Shimano dan dimasukkan ke katalog resmi untuk edisi 2012. Katalognya bisa didownload di website resmi Shimano.

Di katalognya Joran ini disebutkan dibuat dari material fibre glass. Ada yang type FG (Hollow Glass) dan SG (Solid Glass). Karena dari fiber menurut saya joran ini cocok untuk angler pemula karena tahan banting, tapi beratnya nggak nahan.

 

Rabu, 08 Februari 2012

Ring Fuji Untuk Joran

Untuk kalangan pemancing/anglers, pasti paling tidak pernah mendengar kata "Fuji". Fuji yang saya maksud disini bukan Fuji dari kata Fujiyama (Gunung Fuji) yang terkenal di Jepang lho. Tapi merupakan salah satu brand untuk product part dari joran yang bisa dikatakan yang terbaik.

Fuji memproduksi beberapa items yang merupakan part dari joran. Antara lain ring guide, reel seats dan butt end. Saking bagusnya terkadang saya sampai ngasih saran ke rekan2 pemancing untuk pakai patokan merk ini saat memilih joran. "Kalau mau tahu joran itu bagus nggak, tengok dulu ringnya, dah Fuji atau belum"

Nggak selalu tepat tetapi paling tidak bisa jadi screening awal untuk mengetahui apakah joran yang kita minati itu kualitasnya bagus atau nggak. Brand Fuji sendiri banyak dipakai untuk pabrikan-pabrikan joran kelas satu seperti Shimano, Daiwa dll.

Salah satu moderator Fishy Forum (Billy Kuo) pernah menuliskan tips untuk mengidentifikasi ring fuji ini. Sumber asli bisa dilihat disini. Artikelnya saya copas dibawah :

FUJI Frame Colour dan Ring Types Identification.
 
Berdasarkan Warna Frame:
- Ti : Frosted Silver Grey colour finish for Titanium frame & Gold Cermet guide or tip.
- T : Non-plated Titanium finish
- IC : Shiny Grey Ion Plating finish
- G : Gold finish
- C : Chrome finish
- B : Black Chrome finish
- no-mark (part 1): Gun-Smoke finish frame for SiC rings
- no-mark (part 2): Non-Plated stainless frame for Hard (H) rings

Berdasarkan peruntukan terbagi Frame Shape:
- Fly & Light Spin Guides: Light, UN, L frame
- Spinning Guides: AT, Y, LV frame
- Light General Purpose Guides: LN, SV frame
- General Purpose: MN, N, HV frame
- Boat & L.B.G. Guides: LDB, DB, WDB, LR, HN, R, HB frame
- Casting Guides: LC frame
- Light Spin Tips: F, L frame
- Boat & L.B.G. Tips: U, HN, HG, P, MN, MG, N frame

Berdasarkan Ring Type dari kualitas terbaik hingga ke terendah:
- G : Fuji Gold Cermet Ring (Titanium Nitride Cermet Gold)
- S : Fuji SiC Ring (Silicon Carbide Graphite Black)
- A : Fuji Alconite Ring (Reinforced Aluminium Oxide Black)
- L : Fuji Hardloy Ring (High Grade Oxide Grey)
- H : Fuji Hard Ring (Aluminium Oxide Dark Grey)
- O : Fuji "O" Ring (Aluminium Oxide Dark Brown)

Berdasarkan Height of Frame dari tertinggi ke terendah:
- HH
- H
- M
- no-mark (standart)
- L

Cara pembacaan kode untuk Guide dan Tiptopnya adalah sebagai berikut:
Misal: BMNST-16H-6.0
B adalah menandakan frame berwarna Black-Chrome finish
MN adalah menandakan model frame shape type MN (general
purpose)
S adalah kode SiC ring
T adalah kode untuk tip top
16 adalah ukuran size ring
H adalah tinggi frame H (tertinggi nomor 2)
6.0 adalah ukuran diameter dalam selongsong pipa tip top

Misal: CNLG-12L
C adalah menandakan frame berwarna Chrome finish
N adalah menandakan model frame type N (general purpose)
L adalah kode ring Hardloy ring
G adalah kode untuk guide
12 adalah ukuran size ring
L adalah tinggi frame L (paling pendek)
 

Sabtu, 04 Februari 2012

Bentuk dan jenis mata kail/fishing hook


Setelah kita mengerti komponen dasar dari sebuah kail, sekarang kita akan melihat macam2 fungsi kail yang beredar dipasaran.

Bait hooks
Cirinya adalah adanya semacam barb yang berada di badan. Ini berfungsi agar umpan tidak gampang lepas dari kail tersebut.

Name:  HookGuide_bait_100.jpg
Views: 1664
Size:  6.1 KB

Treble Hooks
Kail treble amat gampang dikenali dari bentuknya yang khas itu. Fitur 3 matanya jelas memberikan keuntungan dan kerugian nya masing2. 3 mata jelas memperbesar kemungkinan kail menancap dengan sempurna. Kail jenis ini luas di pergunakan oleh pemancing ikan2 bermulut kecil seperti baronang, dan juga pemancing yang menggunakan umpan tiruan seperti jig. Kerugiannya adalah mudah terlihat dan membuat ikan malah curiga karena bentuk nya yg tidak alami.

Name:  HookGuide_treble_80.jpg
Views: 1664
Size:  6.7 KB

Siwash Hooks
Bentuk shank nya panjang, begitu juga dengan matanya. Tidak ada fitur istimewa pada kail ini, karena bentuknya memang standard saja.

Name:  HookGuide_siwash_80.jpg
Views: 1659
Size:  4.9 KB

Aberdeen Hooks
Shank nya yang amat panjang merupakan cirinya. Biasanya di gunakan pada teknik mancing ngoncer dengan umpan alami.

Name:  HookGuide_aberdeen_80.jpg
Views: 1662
Size:  5.4 KB

Circle Hooks
Circle hook punya bentuk yang paling aneh dari semua mata pancing. Keistimewaan mata kail ini adalah jika ikan terdeteksi memakan umpan, kita tiperlu menggentak joran seperti biasanya, tetapi cukup dengan menegkenur. Kail akan menancap sempurna dengan sendirinya di bibir ikan. Penggunaan circle hook ini masih sering di perdebatkan, tapi banyak pemanyang mulai beralih menggunakannya karena  keistimewaanya tadi.

Name:  HookGuide_circle_90.jpg
Views: 1654
Size:  6.5 KB

Octopus Hooks
Bentuk shank nya yang pendek di kombinasikan dengan gap yang lebar dan kemiringan tempat ikatan kail menandakan cirinya. Ini juga adalah salah satu mata kail yang dipakai secara luas di berbagai teknik mancing, termasuk ngoncer dengan umpan hidup.

Name:  HookGuide_octopus_90.jpg
Views: 1654
Size:  5.3 KB

Worm hook
Perhatikan antara mata kail dan tempat mengikat kailnya yang nyaris berada dalam satu garis lurus. Berbeda dengan kail2 lain, ‘worm hook’ ini didesain untuk tidak mudah tersangkut jka memancing di tempat yang banyak pohon tumbangnya. Kail ini luas di gunakan dengan menggunakan umpan tiruan dari plastik.

Name:  HookGuide_worm_100.jpg
Views: 1654
Size:  6.2 KB

Jig hooks
Di desain khusus untuk di pergunakan dengan jig moulds. Penggunaannya cukup spesifik sehingga tidak popoler di khalayak ramai.

Name:  HookGuide_jighook_90.jpg
Views: 1654
Size:  6.0 KB

Drop-shot hooks
Didesain untuk menggunakan ikatan Palomar, gap nya yang melebar memberikan kemudahan untuk memasang umpan2 yang besar.


Name:  HookGuide_dropshot_80.jpg
Views: 1655
Size:  5.0 KB

Sumber Fishy Forum

Kamis, 02 Februari 2012

Bagian-bagian Kail/Fishing Hook


Artikel bagus, copas dari Fishy Forum..

Bagian-bagian Kail
Mengenal mata kail-hookguide_anatomy.jpg
Bagian-bagian Kail

The Eye

Disinilah tempat kita mengikat kail, atau tempat mencantolkannya ke umpan tiruan. Bentuk yang paling umum di jumpai adalah yang berbentuk bolong, yang terbentuk dari bahan kail itu sendiri yang di bengkokkan sehingga membentuk lingkaran.

Ada juga kail yang tidak bolong (tidak ada lubangnya), akan tetapi biasanya bentuk2 khusus ini di buat untuk aplikasi yang tertentu saja.

The Shank

Yang di sebut badan kail adalah panjang kail, di mulai dari tempat mengikat kail sampai ke titik dimana kail di bengkokkan. Panjang dari badan ini bisa pendek, sedang atau panjang. Bodi yang pendek biasanya di pakai bentuk umpan tiruan tertentu, biasanya umpan2 yang dipakai pada teknik Fly. Bodi dengan panjang sedang adalah yang terbanyak dipakai di berbagai aplikasi mancing, sedangkan kali dengan bodi yang panjang biasanya di pakai untuk teknik mancing yang memakai umpan besar, ngoncer dengan umpan hidup, misalnya.

The Gap

Diukur dari jarak antara mata kail dengan bodi. Biasanya jarak lebar kail ini proporsional, artinya makin panjang bodinya, ya lebarnya juga makin besar. Tetapi ada juga lebar kail yang lebih dari ‘rata2’. Biasanya ini di peruntukkan bagi teknik mancing yang menggunakan umpan yang tebal, misalnya untuk riggingan umpan trolling konahead, ataupun umpan alami lain yang ber bodi tebal.

The Point

Bagian inilah yang menusuk bibir ikan target. Ada yang berbentuk bundar biasa seperti mata jarum, ada yang gepeng seperti pisau dan bentuk2 lainnya. Yang paling penting di perhatikan disini adalah mata kail itu haruslah tajam, itu saja. Biasanya mata kail murahan memang dari pabriknya kurang tajam dibanding mata kail dari pabrik yang sudah punya nama.

The Barb

Tugas dan fungsi cantolan ini jelas, yaitu menjaga supaya ikan tidak terlepas begitu mata kail sudah menancap di bibir ikan. Semakin besar barb, semakin susah buat ikan (dan juga kita)untuk melepaskannya. Untuk itulah, para pemancing yg menganut aliran ‘catch and release’ selalu membuang barb ini dengan jalan mengikirnya, atau membuatnya gepeng dengan bantuan tang.



Rabu, 25 Januari 2012

Trip Mancing, Petong 21-22 Januari 2012

Kesampaian juga kita ngadain trip mancing kedua untuk Batamec Anglers Community. Pake kaos untuk mejeng yang pertama. Tekong masih memakai yang kemarin Pak Agustian. Untuk trip kali ini pesertanya nambah. Total ada 11 orang.

Planning berangkat dari Batu Aji jam 14.00 hari Sabtu, kawan2 sudah setuju untuk kumpul di rumah saya. Pukul 14.10 teng, mobil perusahaan dah njemput dan kita langsung menuju ke pelabuhan kampung vietnam. Sampai disana ternyata kapal dah menunggu. Loading barang sebentar kapal langsung tancap gas. Ni dia tampang-tampang nelayan palsu dari Batamec.

Peserta Trip kedua BAC

Peserta Trip Kedua BAC

Tujuan awal kita mancing ke daerah Tungkil tetapi karena arus kuat dan mendung di langit, captain kapal memutuskan untuk mancing di area Petong saja. Spot pertama merapat ke pulau Abang dulu. Di sini beberapa ikan karang naik.

Malam dah turun, kita mencoba peruntungan ke tengah. Tetapi memang nasib masih kurang mujur buat kami malam minggu kemarin ternyata arus kencang seperti peluru. Mulai dari jam 11.00 malam sampai pagi jam 09.00 kita nggak bisa mancing. Tetapi saya dan beberapa kawan tetap memaksa untuk mancing, meskipun sudah memakai pemberat nomor 44 tali tetap melayang. Jadinya kami main layangan semalaman.

Untuk mengobati kekecewaan pagi harinya kita nyari tamban di area Kapal Tanker, dapat beberapa kali tarikan si tamban pun langsung lenyap. Kita putuskan untuk nyari ikan karang aja sekalian jalan pulang. Pindah ke spot terakhir dapat tambahan lauk beberapa ikan ekor kerisi.

Total jenderal untuk hasil trip kali ini memang tidak memuaskan, meskipun untuk persiapan sudah yahuud. Semua on time, alat-alat lengkap tetapi kondisi arus yang tidak memungkinkan.

Mas Bambang lagi mbagi ikan hasil jarahan

Saya mejeng sama mas David

Kamis, 19 Januari 2012

Yuk modif sendiri reel kita..

Saya termasuk anglers berbudget rendah, karena punya jatah mancing rendah ya seringnya fishing tackles yang bisa kebeli yang "murahan" aja. Dulu pertama kali mancing saya beli joran/rod Pioneer dari fiber (lupa serinya apa) sama reel/katrol Shimano FX 4000. Kedua barang ini cuman seharga 300 ribuan doang.

Kalau sekarang sih koleksi joran dan katrol dah nambah banyak, harganya lama2 naik dikit2. Hehehehehehe. Tapi tetep katrol kesayangan saya ya si FX tadi. Tapi karena reel harga 200 ribuan aja, so pasti spare part sama qualitynya segitu2 aja.

Untungnya kemarin ada rekan anglers yang ngasih tahu caranya modif reel itu, karena kebetulan beliau juga punya reel FX4000. Modifnya nggak susah, supaya nambah kekuatan waktu fight sama ikan, ball bearing asli bawaan dari FX yang dari plastic kita ganti sendiri dengan ball bearing stainless steel.

Reel Shimano FX4000

Plastic Ball Bearing bawaan FX4000
Modalnya pun lumayan murah, belikan ball bearing stainless dengan ukuran sama, biar nggak salah bongkar dulu reel FX, lepas ball bearing plasticnya terus bawa ke toko hardware. Setelah itu kita tinggal pasang ball bearing stainless ke reel FXnya.

Stainless Steel Ball Bearing yang baru
Proses bongkar pasang plus ganti ball bearingnya mudah dan cepat kok. Palingan cuman 15 menit aja. Baru setelah itu kita kasih grease atau lub oil sedikit biar putaran makin enak. Tapi karena ball bearing dari logam, kita musti merawat reel lebih teratur.

Senin, 16 Januari 2012

Akhirnya BAC terbentuk juga..

Gara-gara beberapa waktu lalu saya iseng ngajakin teman2 sekantor mancing ke Barelang, muncul ide untuk bikin klub mancing sendiri. Sebenarnya waktu itu saya nggak gitu palah nanggepin, maklum ocehan orang diatas perahu, dan lagi saya pribadi sudah tergabung ke Batam Fishing Club (BFC).

Tapi ternyata temen2 sekantor pada serius mau bikin klub mancing, akhirnya terbentuklah Batamec Anglers Community (BAC). Sebenarnya banyak usulan untuk nama Batamec Fishing Club, tapi nanti pasti tubrukan image sama Batam Fishing Club. Jadi setelah melalui polling kita tentukan namanya Batamec Anglers Community.
Logo BAC (Batamec Anglers Community)

Klub dah jadi langsung proses bikin kaos, bukan untuk tujuan apa2, tapi semacam identitas saja. Akhirnya disela-sela kerja bikin2 design untuk baju. Dan walah, bajupun tadi pagi dah nyampe dari Bandung. Ni sekarang tinggal turun mancingnya aja. Planning terdekat sih, besok malam minggu tanggal 21 Jan 2012. Tunggu aja hasil report ngetrip sama BAC nanti.

Senin, 19 Desember 2011

Trip Mancing, Tanker Parkir 18 Dec 2011


Di perusahaan kami memang banyak yang punya hobi memancing, tapi kebetulan memang mancing sendiri-sendiri. Nah untuk trip kali ini kita ingin mancing yang lebih terorganisir jadi kita ngadain trip mancing perdana. 

Peserta untuk trip mancing kali ini lumayan banyak, ada 8 orang anglers + 1 angler dadakan (sopir perusahaan yang kita culik sekalian supaya ikut mancing). Berangkat dari daerah Batuaji sekitar jam 05.00 sampai di lokasi pelabuhan Kampung Vietnam sekitar jam 06.00 pagi, tapi karena boat yang kita sewa belum datang kita sempat photo-photo dulu di lokasi ini.

Batamec Mancing Mania
Klub mancing kita, dari kiri ke kanan, Mas Bambang, Pak Hero, Mas Toko, Pak Aswani, Pak Ujang, Saya, Mas David dan Mas Damar.

Perahu datang, kita loading alat-alat dan akomodasi terus tancap gas ke spot pertama. Spot pertama yang kita tuju adalah Spot Tanker parkir di perairan antara jembatan 5 barelang ke arah Pulau Petong. Di spot pertama ini strike pertama oleh Pak Hero dengan selar ukuran mini ( 2 jarian). Baru setelah itu ikan bergerak ke arah depan kapal. Jadi kawan-kawan di bagian depan yang sering naik. 

Ikan size lumayan yang naik pertama kali oleh Pak Aswani, Cermin ukuran 1,5 kiloan pun mendarat di coolbox kami, setelah itu beberapa mengkerong, tamban, selar naik.

Lama di belakang saya cuma strike Mengkerong akhirnya pindah tempat juga kedepan. Di depan tak ada ikan, style ngotrek saya ganti pakai style dasaran. Pake umpan udang hidup kena sambaran ikan besar, karena senar ukuran kecil putus senar tak terhindari. Dua kali saya putus senar karena sambaran ikan. Tapi masih lumayan sempat juga mendaratkan ikan Bawal ukuran 0,5 kiloan.

Untuk trip mancing kali ini juaranya adalah Pak Ujang, dia berhasil menaikkan beberapa ikan ukuran size lumayan. Termasuk beberapa ikan Cermin, seekor Jahan. Sehabis makan siang kita kena goyangan gelombang besar. Banyak yang mabuk laut, plus kena guyuran hujan juga. Praktis hanya beberapa orang aja yang masih bisa mancing.

Pindah spot 2 kali tapi tak ada tarikan ikan, akhirnya kita memutuskan angkat jangkar jam setengah 5 sore. Pulang, sampai di jembatan 1 mampir dulu beli jagung bakar sekalian istirahat, maklum pantat panas. Sampai di rumah saya jam 7 an malam. 

Perjalanan pulang sambil pamer ikan

Total perolehan kita kali ini up to 20 kiloan ikan. Cermin size jumbo 5 ekor, Bawal 2 ekor, Jahan 1 ekor, Kerisi lumayan besar banyak, Mengkerong banyak, Baby Katarap banyak, selar kecil-kecil dan tamban kecil-kecil tak terhitung. Yang penting semua pulang dengan selamat.

Senin, 28 November 2011

Trip Mancing, Tanker Parkir Jembatan 5, 26 November 2011

Hari Rabu kemarin ada demo buruh di batam. Berlanjut sampai hari kamis. Hari Jum'at saya berangkat kerja seperti biasa, ternyata di area tanjung uncang ada sweeping sehingga semua karyawan tertahan di depan gate depan yard.

Manajemen mengambil keputusan untuk memulangkan semua karyawan. Jum'at malam dapat sms pemberitahuan dari HR bahwa hari Sabtu (besoknya) diliburkan, karyawan diharapkan masuk pada hari Seninnya.

SMS sana-sini, tiba-tiba aja ada ajakan mancing dari Pak Freddy. Tujuan ke sekitar Jembatan 5 - Pulau Abang. Berangkat pagi jam 05.30 dari rumah, kita berangkat berenam, Saya, Pak Freddy, Pak Roberto, Mas Adit, Dik Ruben. Yang terakhir angler junior anak Pak Roberto.

Ruben, Angler Junior
Kali ini kita mancing sama tekong jembatan 5 Pak Yunus, meskipun beliaunya tinggal di Batuaji tetapi kapal parkir di Jembatan 5. Kita tancap gas nyampe jembatan 5 jam 06.30 an. Pak Yunus dah nunggu rupanya, tak tunggu lama langsung aja bongkar muat alat2 dari mobil ke kapal.

Kapal pancung pake mesin tempel 40 PK, kenceng poolll. Pak Yunus nanya, bawa umpan seger nggak, kalo umpan seger mancing dasaran dulu. Tapi kita ngebet pengen nyelar ke tanker parkir, bukan kita deng, kawan-kawan yang lain, kalau saya sih dah pernah nyelar sebelumnya.

Spot pertama di area Tanker Parkir, ikan target selar tapi yang naik banyak tamban, angler pemula, tamban naik pun pada seneng, sampai jam 11 siang kita masih nguras tamban di tanker parkir ini. Setelah beberapa saat kita putuskan untuk ke spot kedua, tanker parkir juga 2 biji. Kira-kira 2 km dari tanker parkir yang pertama.

Mas Adit dan Pak Freddy di dekat tanker parkir

Ngrawe selar

Di spot kedua ini kita nggak banyak ikan berhasil naik. Saya yang pertama kali turun beroleh ikan selar beberapa ekor, habis itu yang naik mengkerong aja banyak. Maklum Sabiki yang saya pakai saya kasih umpan udang.

Mengkerong, preman di kawasan Pulau Abang
Ngrawe tamban di Rumpon
Karena arus kenceng kapal nggak bisa lego jangkar, akhirnya kita putuskan geser ke spot yang ketiga. Rumpon di area dekat jembatan 5. Di spot ini incaran kami selar papan, alih-alih ikan selar papan yang banyak naik malah tamban. Tapi tamban yang naik lebih parah daripada di area tanker parkir, kalo mata sabiki 8, pasti full keisi tamban semua 8 ekor.

Setelah kita puas narik tamban, kita putuskan untuk mancing dasaran. Pindah ke spot ke empat, dekat-dekat aja dengan jembatan 5. Lumayan juga disini beberapa ekor ikan karang seperti kerapu puyut, tokak dll naik. Saya sekali strike ikan besar, sampai joran Shimano saya meliuk-liuk, saya tahan 3 menit, tali putus, maklum masih pake sabiki nomor 10, bukan pake perambut untuk dasaran.

Kita pulang jam 5 sore karena ada awan mendung gelap, dan benar belum sampai ke pelabuhan pun kita dah diguyur hujan deras. Tapi secara overall, trip kali ini bisa dibilang sukses. Hasil perolehan ikan tamban 12 kg, selar 3,5 kg ditambah ikan lainnya total perolehan trip kali ini sekitar 23 kgan.

Coolbox penuh sama Tamban

Mejeng dulu sebelum bongkar ikan

Senin, 21 November 2011

Garbage itu bukan sampah.. Garbage itu..

Baru aja ganti blog description dan header image. Header image pake gambar ikan Lebam serombongan lagi berenang dan blog descriptionnya ngomongin soal Garbage.

Garbage itu bukan sampah. Garbage itu Garonger Batam Gemblunk. Hehehehehehe. Untuk kalangan pemancing tegek istilah garonger sudah awam. Garonger merupakan nama sebutan untuk pemancing tegek. Kenapa kok bisa dibilang garonger?

Istilah garonger untuk pemancing tegek karena saat kita negek mata kail yang digunakan merupakan multiple hook yang sama orang lokal sering disebut Candit atau Garong. Jadi para negeker sering menyebut dirinya garonger.

Kok pake kata-kata gemblunk? Hehehehehe. Untuk mempererat keakraban antara garonger sering kita menyebut nama panggilan seadanya dan terkesan nyleneh. Contoh master-master garonger di Batam seperti Rio "Pijo", Chandra "Gemblung", Adhi "Along/Anak Longor" dll.

Jadi nggak ada salahnya kalo saya juga bikin istilah sendiri Garbage (Garonger Batam Gemblunk).. Hehehehehehe 

Jumat, 18 November 2011

Jenis-jenis Ikan Baronang yang ada di Batam

Masih ngomongin soal mancing negek, untuk para Garonger ikan yang jadi target utama saat negek adalah jenis ikan Baronang (Siganus). Kalo di luar negeri ni ikan dibilang Rabbitfish karena memang makanan utama ikan ini sejenis lumut-lumutan (Algae). Jadi ni ikan bisa dibilang herbivora.

Di perairan Batam sendiri kita bisa menemukan berbagai macam jenis ikan Baronang (Rabbitfish) ini. Makanya teknik mancing aliran negek (hehehehehe) mulai populer di sini. Kalo dari jenis ikan Siganus sebenarnya mencapai dari 20 spesies, tapi disini saya cuma akan memberikan beberapa jenis ikan Baronang yang bisa ditemui di perairan Batam.

  • Siganus Guttatus (Orange Spotted Spinefoot), Baronang Tompel, istilah Batam Lebam.

Baronang Tompel / Lebam
  • Siganus Javus (Streaked Spinefoot), Baronang Angin, istilah Batam Libas.
Baronang Angin / Libas
  • Siganus Canaliculatus (White Spotted Spinefoot), Baronang Susu, istilah Batam Lingkis/Dingkis.
Baronang Susu / Lingkis / Dingkis

Dan yang pasti ada satu jenis lagi ikan Baronang yang pasti semua orang sudah tahu, yaitu Baronang Bakar/Panggang. Hehehehehehe


Kamis, 03 November 2011

Trip Mancing, Pulau Akar 30 Oct 2011

Karena dah lama nggak turun ke tengah, kangen juga nih. Tapi karena kemarin ada musibah yang menimpa kawan2 mancing di perusahaan sampai merenggut korban jiwa akhirnya kita putuskan untuk mancing di area dekat saja. Tepatnya di area sekitar Pulau Akar, Jembatan 2 Barelang. Planning kita berangkat 4 orang, saya, Pak Freddy, Mas Adit dan Mas Bambang. Tekongnya Pak Muhamad (Amad) Jembatan 2.

Hari Minggu, 30 October 2011, Pukul 04.00 pagi Pak Freddy dah SMS,"Rok dah mau berangkat dari rumah nih, umpan dah ada?". Memang untuk trip mancing kali ini umpan biar Bambang yang nyari, dia nitip sama Herman untuk dicariin udah segar di Tanjung Riau. Karena belum ada kabar dari Bambang dan Herman saya nggak balas SMS Pak Freddy yang satu ini.

Pagi jam 06.00, Mobil Pak Freddy dah nyampe depan rumah, Pak Freddy sama Mas Adit di dalam, Bambang belum datang dan saya sedang bersemedi di dalam kamar mandi. TUnggu bentar sambil masukkin alat2 perang datanglah Mas Bambang. Umpan belum ada, nunggu lagi.. Beberapa waktu tak ada kabar berita dari Herman, kita putuskan untuk nyari umpan sendiri di Pasar Sagulung.

Dapat umpan, langsung tancap gas ke jembatan 2. Kita parkir di lokasi deket masjid setelah jembatan 2. Turun dari mobil nampak bang Amad naik motor bawa botol, dalam hati mikir "Tak iya nih, nunggu lagi tekong beli bensin". Kita bawa turun peralatan mancing ke pelantar di bawah Masjid. Tunggu agak lama bang Amad belum muncul-muncul juga.

Akhirnya kita putuskan untuk mancing main-main di pelantar situ. Di bawah pelantar banyak ikan shreding berlari-lari, Bambang nyoba ngrawe pake Sabiki, Pak Freddy nyoba dasaran, kalo saya pastilah make joran tegek. Lumayan lama dah mulai blingsatan tak sabaran, akhirnya saya nyamperin bang Amad ke rumah beliau. Di rumah masih kosong, "Belum balik ni tekong beli bensinnya" Saya balik lagi ke pelantar, nampak di bawah pelantar ada lumut, lumayan nih buat umpan negek, saya turun ambil sedikit terus cuci. Dengan modal lumut tadi saya ke ujung pelantar.

Sampai ujung pelantar Pak Freddy bilang nengok tompel sebiji sliwar-sliwer dibawah pelantar. Makin semangat nih, tak sia-sia bawa peralatan negek. Saya lihat sendiri angin sama lingkis ukuran 3 - 4 jari dibawah pelantar, jongkok sambil nyetting garong, masang lumut, tahu-tahu ada bunyi "plung" eh hp saya nyemplung ke laut (lagi). Saya liat ke bawah bentar, HP masih melayang-layang di air. Pikir2 bentar terus buka baju n terjun lah saya ke laut. hehehehehe.

Air keruh, pake mata telanjang nggak nampak, Bambang turun membantu saya untuk nyelam juga. Saya naik keatas, lari bentar ke rumah-rumah di sekitar pelantar akhirnya dapat pinjaman kacamata berenang. Setelah berusaha nyelam-timbul beberapa kali akhirnya berhasil juga hp tu naik lagi. HP naik, bang Amad dah datang, show must go on, langsung deh kita berangkat mancing.

Spot pertama di area Pulau Akar, tumben juga bang Amad bawa saya kesana, beberapa kali mancing sama dia belum pernah saya dibawa ke arah kanan jembatan, biasa di sebelah kiri jembatan saja. Di area pulau Akar ini hasilnya lumayan juga, meskipun nggak ada strike yang dikatakan istimewa.

Lagi asyik strike ikan karang, seratus meter dari lokasi kapal kita melihat serombongan selar sedang berpesta, mulai napsu nih, pasang sabiki langsung komando tekong untuk nyerbu selar. Perburuan selar pun dimulai, tetapi kita gagal total, hehehehe. Bambang naik 4 ekor selar, sedangkan saya naik seekor aja. Yang lain nol.

Mancing juga kudu safety
Setelah itu kita berpindah lokasi beberapa kali. Mayoritas ikan yang naik pada trip ini adalah si Mr L alias Lincing, hahahahaha. Jumlah total ikan yang naik 231 ekor ikan + seekor ketam, ikan non lincing seperti katarap, tokak, selar, marabini, kerapu puyut, kambing2 dll sejumlah 62 ekor. Sisanya Lincing...
Saya strike baby katarap

Mas Bambang ngrawe selar
Mas Adit strike ikan marabini
Pak Freddy strike 4 ekor lincing sekaligus

Pukul setengah 6 kita putuskan untuk pulang, sampai di pelantar Bambang menjatuhkan reel Shimano dia ke laut. Kita minta untuk selam tapi dia ragu-ragu karena sudah mulai gelap. Minta tolong bentar ke bang Amad biar dicarikan besok terus kita pulang.   

Total hasil perolehan trip kali ini

Selasa, 04 Oktober 2011

Negek? Apaan sih?

Pernah denger kata "negek"? Saya aja baru denger beberapa bulan belakangan ini. Negek merupakan salah satu teknik mancing yang kata kawan saya merupakan salah satu teknik mancing asli nusantara. Berarti di negara lain belum ada.

Peralatan yang dipakai untuk mancing negek ini lumayan sederhana, pole rod (joran panjang tanpa ring dan tidak menggunakan reel) biasanya sepanjang 4.5 - 7 m. Mata kail yang unik terdiri dari beberapa kail yang dijadikan satu, biasa disebut candit atau garong. Pelampung, bisa pelampung apung maupun melayang dan tentunya tali pancing (lebih disukai yang mono).

Karena memakai mata kail garong maka para negekers sering juga disebut garongers. Ikan yang menjadi target untuk jenis mancing ini adalah ikan baronang yang hobi makan segalanya. Jadi umpan yang bisa kita pakai untuk negek biasanya lumut ijo, nasi lumat, tepung, bakwan kadang bisa juga lontong atau bakso.

Pertama kali nyoba mancing negek saya nggak sreg karena menurut saya mancing seperti ini nggak ada serunya. Tapi setelah merasakan tarikan ikan baronang jenis tompel, orang melayu batam sering menyebutnya Lebam, saya jadi ketagihan negek.

Ukuran Baronang Tompel memang berkisar antara 3 - 7 jari (rata-rata), tetapi karena saat strike menggunakan joran tegek yang panjang tarikannya mak nyussss dan lebih dahsyat daripada mancing dasaran. Kalau pendapat saya pribadi ini mungkin dikarenakan joran tegeg yang panjang sehingga momen yang timbul karena tarikan akan lebih terasa.

Garongers di Magcobar Batam, courtessy of batamfishing.com
 

Trip Mancing, Negek di Pantai Sekilak dan CPO Kabil, 02 Oct 2011

Jum'at malam saya ditelepon teman kerja, mereka ngajak turun ke tengah, tetapi karena surat ijin mancing malam hari sudah dicabut sama nyonya rumah, dengan berat hati saya menolak ajakan kawan tersebut. Padahal mereka turun pake perahu besar komplit sama GPS dan FF, bikin ngiler aja.

Cari pelampiasan sakaw mancing, akhirnya kontak suhu Rio siapa tahu ada trip negek untuk minggu siangnya. Pucuk dicinta joran pun tercelup, ternyata mas Rio sudah ada planning mau negek ke area Kabil dan sekitarnya. Berangkat...

Minggu pagi cuaca mendung, hati dah kuatir jangan-jangan hujan lebat nih. Pukul 06.00 pagi gerimis dah mulai turun, istri dah nanya "gerimis-gerimis gini juga mau turun?". Dasar dah kebelet, langsung aja saya jawab,"Kemarin aja di container kita hujan-hujanan lho, apalagi ni mas Rio ngajak pake mobil kok".

Pukul 07.00 kurang lansgung melayang ke rumah Mas Rio, gerimis dikit tak apalah. Sampai disana dah ada mobil Avanza lagi geser-geser di depan rumah, ternyata itu kawan negek juga, namanya Mas Joko. Sedianya kita mau berangkat pagi tapi ternyata kita musti ngantar nyonya mas Rio ke bandara dulu, karena beliaunya mau pulang kampung ke Medan, karena pesawat take off pukul 10.45 kita masih punya waktu untuk nyari lumut dulu. Bos Rio baru saja dibagi spot rahasia lumut di Batu Aji sama mas Serudo yang konon katanya "cukup untuk 100 garongers selama 2 tahun".

Naik mobil Avanza punya bos Joko kita ke lokasi spot lumut tersebut. Lokasinya memang lumayan dalam dan dekat dengan hutan bakau Batu Aji, sampai di spot lumut kita semua terkejut, gilaaaaaa, lumut yang kata garonger2 Batam langka di depan mata kita terhampar hampir seluas lapangan bola sepak, lumut tok. Hijau, cantik, saking happynya saya ikut turun juga ngambil lumut ke bawah nyusul Mas Rio. Baru sampai pinggir dah jatuh terpeleset hampir telungkup, anjrit.. Mas Rio memberi peringatan telat "Hati-hati ni lumutnya licin". Dah jatuh baru diingetin, hehehehhe. Akhirnya saya nerusin cari lumut dengan kaki telanjang. Selesai nyari lumut yang dirasa cukup kita cuci bentar, terus balik kerumah.

Saya dan Mas Rio lagi nyuci lumut
Sampai rumah Bos Rio kita dah dibikinin segelas kopi jahe anget yang maknyuss. Pukul 09.30 kita berangkat dari rumah menuju ke bandara, tetapi karena kita butuh guide untuk lokasi negek di Kabil kita musti nyulik dedengkot garong yang paham betul lokasi sana yaitu Mas Adhie. Memang ada semboyan garongers yang musti kita galakkan,"Ajakan ke tengah bisa nolak, ajakan negek? Jangan harap!". hehehehehe

Singkat cerita, daripada nanti kelamaan. Kita dah selesai ngantar istri Mas Rio ke bandara terus lanjut ke spot negek pertama di Kampung Melayu, Sekilak. Di gate depan ada yang jaga cewek 2 orang, dari jauh yang satu lumayan manis, tapi pas dia ngomong alamaaakk, giginya nggak nahan, sepanjang jalan masuk ke pantai cewek ini aja yang kita omongin jadi bahan candaan. Sampi di spot saya yang paling gatel pengen turun duluan, maklum pemula. Kalo suhu-suhu yang lain nengok2 kondisi lokasi dulu. Kondisi air jernih, dasar laut tampak, ikan berenang pun nampak, pertama keliatan cuma ikan-ikan tak jelas yang bukan target. Tapi kemudian muncul sekelebat bayangan si tompel kuning. Tabur sesajen, terus pantengin, pelampung punya saya getar, tapi agak lemah, pikir hati paling grandong, tapi nggak apalah grandong pun jadi, joran saya gentak, ternyata ada perlawanan turun naek-turun naek, ikan naik keatas ternyata baronang tompel ukuran 4-5 jari.
Tompel pecah telur saya di Sekilak

Mas Adhie dan tompelnya di Sekilak

Setelah itu frenzy di Sekilak dimulai, masing-masing garonger mulai narik ikannya masing2. Pokoknya ngomset, total perolehan, saya 2 ekor tompel, suhu Rio 6 ekor tompel, mas Adhie 1 ekor tompel, mas Joko ada naek nggak ya?. Setelah beberapa lama, air pasang penuh, lautan seperti kolam, tak ada gelombang sama sekali, karena jam sudah menunjukkan pukul 13.00 lebih dan ikan mulai sepi akhirnya kita memutuskan untuk cabut sekalian nyari makan siang dulu.

Mejeng habis makan siang, saya, mas Adhie, Mas Joko

Mejeng habis makan siang, Bos Rio dan Mas Joko

Sehabis makan siang kita melanjutkan perjalanan ke CPO Kabil, sampai di lokasi sekitar pukul 14.00 lebih, air pasang tinggi, jernih, tak ada yang negek tapi yang casting lumayan banyak, mereka juga sudah naik ikan yang lumayan besar. Tabur sesajen sana-sini, tak ada penampakan ataupun serangan, di CPO, saya sendiri sempat pindah lokasi sampai lebih 5 kali karena sepi. Lihat ke air ikan nampak berenang, karena dah stress mungkin, saya ikut nyemplung masuk ke laut.

Berendam beberapa waktu, main-main sama ikan tiba-tiba bos Rio strike, tompel 6 jarian di daerah tiang beton dekat tongkang parkir. Kita semua blingsatan kemudian sayapun merapatkan barisan. Air sudah mulai surut, di bawah tiang beton nampak babon-babon tompel sedang berpatroli bikin kita ngiler habis. 4 tegek berkumpul jadi satu, celup langsung gundul, celup langsung gundul. Ni tompel-tompel lagi kelaparan nih. Rame betul di bawah.

Garong saya celup, pelampung di bawah hampir dekat permukaan air, garong saya kena serangan, karena nggak diletak, getaran ikan makan terasa sampai ketangan, gila... Saya naikkan keatas dikit masih terlihat gerakan pelampung persis seperti jarum mesin jahit. Tak tunggu lama, joran saya gentak, tuh ikan kesangkut garong, biasa di sini kalo gentakan tak kena ujung joran kena ke beton jembatan. Tapi yang ini lain, joran persis seperti tersangkut dibawah, tahu-tahu ikan berlari ke arah kolong beton, mati.. Saya coba tahan, bawa dia keluar dari kolong, dia narik lagi kedalam, saya tarik keluar lagi, kali ini dia malah lari ke arah berlawanan. Ujung joran saya meliuk-liuk mengikuti tarikan ikan, karena 3 tegek jadi satu di area situ, ni ikan mbelit-mbelit benang punya Mas Joko, setelah beberapa menit akhirnya tompel menyerah kemudian melayang. Mas Joko teriak,"Nyangkut cuma dikit, awas lepas" Joran pun saya lempar ke arah tongkang di belakang saya.

Inilah kali pertama saya ngangkat tompel dengan tarikan seperti ini, nglepas pancing masih tremor, berasa deg-degan, gila. Mas Joko dah teriak-teriak,"Cepetan, frenzynya keburu ilang" Kalo saya cuma senyum-senyum aja,"Aku pur deh". Heheheheh wong dah naek babon kok. Setelah itu frenzy pun makin rame, total jendral kita naik mungkin lebih dari 10 ekor di spot ini.

Jam 18.00 sore hari dah mulai gelap, lumut pun hampir habis, gila, negek sampai kehabisan lumut. Kita pun memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang mas Adhie sama mas Joko saling bercandaan terus. Kalo kata orang melayu pasangan tak cocok kalo mancing. Sampe rumah mas Adhie kita photo-photo ikan untuk bukti terus cabut pulang. Sekian dulu deh reportnya, yang terpenting hari itu saya sudah dinyataka lulus oleh suhu Rio dengan predikat cum laude. Sekarang tinggal explore tempat dan bisa berangkat negek sendiri.

Total hasil negek, mantapppp

Selasa, 27 September 2011

Trip Mancing, Tanker Parkir Jembatan 6

Minggu pagi ngetrip ke laut lepas setelah hampir 2 bulan nggak turun. Dari sebelum bulan puasa memang belum pernah turun ke tengah lagi. Janjian sama Mas Rio jam setengah 6 dia ke rumah titip motor karena rencana mau turun ke jembatan 6 naek mobil.

Jam 6 nunggu mobil jemputan di halte bis dekat Unrika, mobil datang langsung berangkat ke arah jembatan barelang. Karena umpan belum ada kita mampir dulu ke kampung tua Tanjung Gundap untuk ngambil udang segar.

Udang segar ditangan, kendaraan langsung tancap gas ke arah Pelantar Pari. Sampai di sana jam 8-an, turun langsung menuju spot pertama di daerah Sebanga dekat tanker parkir dua biji. Tekong bilang acaranya nyelar dulu jadi pertama turun langsung pake Sabiki nomor 12.

Pertama turun pake Shimano Basstera GS, reel FX4000, turun sampai bawah langsung ada serangan. Tarik-tarik ke atas selar nempel. Habis itu turun, bandul nyentuh bawah kena lagi. Rame, tapi pake reel ini agak susah mau nyelar, lirak-lirik, bos Rio nawari udah pake punyaku aja.

Mantap nih baru sekali ini nyoba overhead reel, nyoba pertama kali agak repot, karena posisi lever pemutar ada di sebelah kanan sehingga joran musti dipegang pake tangan kiri. Jepit joran diketiak, tangan kanan pegang wheel, acara ngotrek selar pun makin seru. Sayang nggak sempat ngambil photo, besok-besok lagi kalau turun musti diingetin untuk dijepret-jepret, lumayan buat kenang-kenangan.

Overhead Reel Shimano Calcutta

Selasa, 13 September 2011

Trip Mancing, Negek di Pelabuhan Container

Selama bulan puasa kemarin sama sekali nggak turun mancing, akhirnya kemarin ada kesempatan lagi nyelup joran. Sedianya malam minggu tanggal 10 September diajak turun ke Pulau Tungkil tetapi karena ada kerjaan akhirnya nggak jadi ikut.

Sebagai pengobat sakaw mancing akhirnya kontak Suhu RIO (guru negek saya) supaya diajak trip negek ke Pelabuhan Container di Batu Ampar. Berangkat dari Batu Aji jam setengah tujuh sampai lokasi ternyata dah rame garonger Batam disana.

Maklum karena masih pemula kawan2 lain duluan yang narik, saat lagi asyik melihat pelampung sambil merokok, tahu ada getaran di pelampung, kawan di sebelah mengingatkan. Gentak akhirnya nyangkut, angkat pake satu tangan, eh ikannya melawan, joran tegek Maguro saya melengkung, langsung ambil posisi siaga berdiri, sambil jantung berdebar-debar saya bawa ikan ke arah kiri perlahan2, terus sentak ke atas ikan pun melayang ke belakang.

Suhu langsung teriak, woi pecah telur harus diphoto dulu. Karena kita nggak ada hape berkamera (maklum orang miskin) Suhu RIO yang ngambil gambar pake hp beliau. Lumayan baronang tompel ukuran 5 jari sebagai pemecah telur saya setelah hampir dua bulan belajar negek.

Baronang Tompel, Pelabuhan Container Batu Ampar