Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

Kok nggak ada report mancing lagi??

Beberapa bulan belakangan ini saya jarang post soal report mancing ke blog ini. Bukan berarti saya nggak mancing. Justru semenjak di Karimun ini hampir tiap hari saya mancing. Maklum jarak rumah kontrakan saya ke pantai (coastal area dan bea cukai) cuma 1 km. Jadi kalau mau mancing tinggal nyalain motor saja.

Selama 6 bulan di Tanjung Balai Karimun, saya jadi lebih sering mancing shorebased. Ikan yang saya dapat kecil-kecil dan yang paling sering dapat buntal. Hahahahahaha. Hasil yang notable cuma ikan senangin ukuran 0.5 kg, itupun yang dapat justru istri saya dengan tackles murah ecek-ecek seharga 70 ribuan komplit joran antena dan katrol.

Istri dan anak, shorebased fishing di Coastal Area Karimun


Saya pernah coba mancing ke tengah sewa boat sebanyak 3 kali di Karimun sini. Yang pertama mancing ke area pulau Akar, turun dari Teluk Paku, seharian mancing cuma dapat 2 ekor ikan, satu ekor gelam 2 jari dan satu ekor ikan duri 3 jari. Trip kedua kearea depan Tanjung Balai, turun dari pelabuhan tikus samping pos Angkatan Laut Tanjung Balai, seharian mancing cuma dapat satu ekor ikan gelam ukuran 1,5 kg. Trip terakhir ke area Pulau Akar tapi lebih jauh dari trip pertama, hampir dekat dengan tokong hiu, hasil yang saya dapat ikan mengkerong 5 jari sebanyak 6 ekor.

Memang selama beberapa kali turun hasil yang saya dapat selalu mengecewakan. Karena itu saya memutuskan untuk berhenti sementara mancing ke tengah di Pulau Karimun ini. Setelah saya pelajari mungkin hasil ini dikarenakan dulunya area sekitar Pulau Karimun sering dilakukan pengerukan pasir oleh kapal-kapal Singapore, yang akhirnya merusak karang-karang disekitar pulau.

Dua trip mancing saya yang terakhir saya lakukan di Batam, yang pertama di perairan sekitar Pulau Bulu, turun dari pelabuhan Sagulung. Hasilnya mengecewakan juga, meskipun jauh lebih baik dari di Karimun tapi tetap saya anggap mengecewakan. Tetapi yang penting saya sudah salam kenal balik dengan ikan-ikan Batam, terutama preman tempatan yaitu ikan selincing.

Trip mancing terakhir saya waktu lebaran haji kemarin, tujuan area pulau Abang, berangkat dari Pelabuhan Hasyim, trip inilah yang berhasil mengobati sakaw mancing saya. Hasilnya memuaskan, 1 box full, saya sendiri berhasil menaikkan lebih dari 10 ekor ikan yang notable dari segi ukuran, rata-rata lebih dari 0,5 kg. Juaranya yang bisa membuat reel Okuma Salina saya menjerit (karena lupa atur drag) ikan Kakap Putih size 2 kg up.

Mungkin next time saya akan kembali ke Batam lagi kalau pengen mengobati sakaw mancing saya. Salam Gentak.. 

Selasa, 11 September 2012

Hati-hati dengan luka kecil..

Luka kecil sering dianggap sepele oleh beberapa orang, termasuk saya. Hehehehe.

Hari Sabtu minggu lalu saya sekeluarga dan rekan kerja piknik ke Pantai Pelawan, kalau saya dan rekan saya pengennya mancing. Acara lain, bakar-bakar sate dan mandi aja. Kapan-kapan saya upload photo-photonya di blog.

Bukan pikniknya yang pengen saya ceritakan kali ini. Waktu piknik kemarin, kaki saya tergores tangga di pantai pelawan. Saya juga heran tangga kok bisa tajem gitu. Terantuk pelan saja, langsung luka sepanjang 5 cm. Karena saya pikir cuma luka gores, akhirnya saya biarkan saja.

Hari minggu dengan PDnya acara piknik dilanjut lagi, kali ini saya sekeluarga mancing di tepi laut. Ikan kecil-kecil aja yang naik, sekitar 5 ekor. Hari Senin saya berangkat kerja seperti biasa, luka saya yang kebetulan di atas telapak kaki dengan terpaksa saya tutup safety shoes. Nggak terasa sakit. Seharian bekerja seperti biasa.

Hari selasa pagi, entah kenapa badan saya mulai demam, selera makan pun menghilang. Di lipatan paha saya muncul benjolan kecil yang nyeri sekali. Selama pagi hari ini saya berjalan terpincang-pincang. Setelah makan, dengan maksud mencari obat demam atau cuma vitamin aja, saya berangkat ke klinik perusahaan.

Di klinik, keluhan saya cuma demam dan meriang, tanpa batuk dan pilek. Saya pikir, mumpung masih tahap ringan, kalau demamnya bisa diobati pasti cepat sembuh dan nggak sampai parah. Giliran dicheck fisik sama dokter, ada satu pertanyaan yang membuat saya kaget. "Bapak cuma demam saja, punya benjolan disertai rasa nyeri nggak di leher, ketiak atau lipatan paha?". "Punya pak di lipatan paha kaki kiri" jawab saya. "Coba dibuka kaki kirinya" kata dokter.

Yang dibuka kaki kiri lho ya. Bukan lipatan pahanya. Dan ternyata, luka gores kecil saya tadi sudah bengkak dan bernanah. Dokter bilang luka saya infeksi dan kalau nggak ditangani serius bisa berlanjut ke infeksi akut. Alamak, saya langsung kebayang amputasi.

Jadi, jangan remehkan luka kecil, kalau luka tadi disertai rasa nyeri di daerah leher, ketiak atau lipatan paha. Mungkin luka anda mengalami infeksi.
 

Kamis, 02 Juni 2011

Liburan ke Pantai Melayu

Malam minggu sudah turun mancing, hari libur ini giliran ngajak anak istri piknik ke pantai. Kebetulan karena kita nggak mau terlalu jauh, jadi pantai yang kita pilih yang terdekat dari arah jembatan satu. Sebenarnya ada pantai Setokok sebelum pantai Melayu tapi istri nggak mau jadi pilihan tetap ke pantai Melayu.

Ini bukan kali pertama saya dan istri maen ke Pantai Melayu, sebelum ada si kecil kita pernah juga maen ke sini. Tapi ketika kemarin kita mengunjungi pantai tersebut ternyata pihak pengelola (mungkin) telah mengadakan beberapa renovasi dan perbaikan yang lumayan signifikan.

Pada saat terakhir maen ke Pantai Melayu (kurang lebih setahun yang lalu) jalan masuk dari jalur utama masih belum diaspal, kondisi pantai agak kotor dan banyak anjing yang berkeliaran, belum kalo dibilang masalah lalat-lalat yang berterbangan, duh sedihnya.

Saya dan jagoan kecil


Tapi pada kesempatan kali ini sudah banyak yang berubah dari Pantai Melayu, jalan masuk diaspal mulus, saya sekeluarga tidak menjumpai lagi anjing-anjing yang berkeliaran dan kondisi di pinggiran pantai pun lumayan bersih. Bahkan sekaran ada hiburan tambahan yaitu Banana Boat. Perasaan yang ngetrend banana boar beginian di Bali aja. Tetapi ada satu yang menurut saya masih menjadi nilai minus yaitu lalat-lalat yang berterbangan, bikin nggak selera makan bakso di sana.

Selain itu ada yang menggelitik perhatian saya, saya menjumpai tong-tong sampah berbau KKN di area Pantai Melayu. hehehehehe. Ada nama Univ dan jurusannya, mungkin sekalian promosi. : )

Minggu, 01 Mei 2011

Mengajak Si Kecil Naik Pesawat - Lanjutan

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang beberapa tips yang bisa kita lakukan saat mengajak si kecil naik pesawat. Akhirnya kejadian juga pada tanggal 30 April kemarin. Saya pulang ke Semarang menjemput si kecil dan ibunya.

Tsaqif, jagoan kecil yang saya jemput kemarin

Kebetulan anak saya berusia 7 bulan saat saya ajak naik pesawat kemarin. Dan Alhamdulillah kemarin selama perjalanan dari Semarang ke Batam anak saya tidak rewel. Padahal kemarin transit di Jakarta kurang lebih 2 jam.

Dari tips-tips kemarin ada yang ingin saya tambahkan dari pengalaman pribadi saya sekeluarga.
  1. Usahakan agar anak terus tertidur pulas saat dalam perjalanan terutama di dalam pesawat. Si kecil akan tertidur jika dia capek dan mengantuk. Jadi beberapa saat sebelum perjalanan dimulai, saat boarding atau transit ajaklah si kecil bercanda dan bermain-main. Saat mengudara di atas pesawat biasanya dia akan tertidur pulas. 
  2. Kenalilah si kecil lebih dalam lagi. Kemarin hal ini benar-benar membantu saya. Tapi tentu saja ini menjadi bagian ibunya si kecil (istri saya berarti, : o ). Karena di kasus saya, saya berpisah dengan si kecil semenjak dia berusia 2 minggu sampai sekarang baru saya ajak ke Batam. Ibunya si kecil ternyata paham sekali dengan gerak tingkah dan tanda-tanda yang di berikan si kecil. Contoh saat si kecil menangis sambil menarik-narik baju saya pikir dia kegerahan ternyata dia minta diasupi ASI si ibu. Ketika dia menangis sambil menggerakkan tangannya, cukup dikasih botol aqua kosong untuk mainan maka si kecil akan terdiam. Dan banyak contoh lagi yang ternyata si ibunya paham bener.
Mungkin itu tips-tips tambahan yang mungkin berguna untuk persiapan saat kita berencana untuk mengajak si kecil berpergian jauh.

Minggu, 17 April 2011

Mengajak Si Kecil Naik Pesawat

Minggu depan tanggal 25 April ada planning untuk pulang kampung ke Semarang. Agendanya sih ntuk menjemput si kecil (tentu saja ibunya juga). Usia si kecil saat ini baru 6 bulan. Sebagai ayah yang baik tentu saja saya harus mencari tahu tips-tips aman mengajak bayi naik pesawat.

Setelah searching sana-sini akhirnya dapat juga beberapa tips-tips aman untuk mengajak bayi naik pesawat. Banyak dan bermacam-macam, tetapi tentu saja saya pilah dan pilih sendiri yang mana yang cocok dan masuk akal bagi saya.

1. Menurut beberapa dokter spesialis anak (DSA) tidak ada batasan umur untuk mengajak bayi naik pesawat, tetapi disarankan untuk mengajak pergi si kecil setelah berusia diatas 1 bulan. Untuk kondisi emergency bayi yang baru lahir pun terkadang menggunakan alat transportasi pesawat.

2. Pada saat landing dan take off tekanan udara di dalam kabin pesawat akan mengalami perubahan. Hal inilah yang menyebabkan terkadang telinga kita berdengung menyakitkan (saya pernah mengalaminya sendiri). Untuk orang dewasa saja terasa sakit tentu saja bisa kita bayangkan efeknya untuk si kecil. Solusi yang diberikan di beberapa situs umumnya menyarankan untuk memberikan sesuatu untuk dikunyah oleh si kecil. Kondisi mulut yang terbuka akan meredam efek perubahan tekanan pada kabin pesawat. Tetapi ada satu solusi yang sangat saya setujui yaitu memberikan ASI pada si kecil dari pesawat mulai take off hingga landing.

3. Suara mesin pesawat sangat mengganggu untuk si kecil. Hal ini sepenuhnya benar, tetapi ada sebuah saran dari seorang dokter yang mengatakan bahwa untuk seorang bayi suara mesin pesawat tak ubahnya suara mesin pengering rambut, justru hal ini akan membantu si kecil untuk tidur terlelap. Jika memang dirasa perlu kita bisa memakaikan penutup telinga untuk si kecil. Usahakan agar si kecil capek beraktifitas sebelum kita ajak berpergian sehingga di atas pesawat dia akan lebih mudah terlelap.

4. Selalu bawa cadangan lebih untuk semua keperluan si kecil, ini demi kenyamanan orang tua dan juga si kecil. Keperluan si kecil bisa berupa popok sekali pakai (jangan gunakan popok kain biasa di atas pesawat), baju ganti, susu bubuk (untuk air hangat kita bisa minta di dalam pesawat) dan lain-lain.

5. Si kecil bukan artis, ini tips yang aneh tetapi saya sangat setuju sekali. Maksudnya meskipun kita ingin agar anak kita tampil "wah" (maklum orang tua mana yang tidak ingin anaknya kelihatan istimewa) tetapi kita harus memikirkan kenyamanan si kecil. Memakai pakaian seadanya (bahan katun paling bagus) dan kita harus ingat juga bahwa kondisi di dalam pesawat lumayan dingin.

6. Sabar, tips terakhir tetapi sangat perlu untuk kita persiapkan. Ketika akhirnya di dalam pesawat jagoan kita menangis atau merajuk atau apapun itu meskipun kita sudah mempersiapkan dan melakukan semuanya. Maka yang bisa kita lakukan adalah sabar dan biarkan dia menangis sepuasnya. Si kecil adalah yang terpenting untuk kita jadi jangan biarkan rasa malu kita terhadap penumpang lain membuat si kecil menjadi korban dari ketidak sabaran kita.